Senin, 05 Juli 2010

Makalah Peranan dan Bantuan Mass Media Dalam Pembangunan Nasional

Oleh :
Andi Rusmin Nuryadin
50 100 10 60 18





JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN ALAUDDIN
MAKASSAR
2009


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan dan mencurahkan Nikmat, Karunia dan Rahmat-Nya kepada kita sehingga sampai detik ini kita masih bisa menggerakkan seluruh badan dan masih bisa menghirup udara baik di pagi hari, sore maupun di malam hari.
Salam dan Shalawat senantiasa kita curahkan hanya kepada Baginda Rasululullah Muhammad SAW sebagai pembawa risalah kebenaran dan Uswatan Hasanah di hamparan persada bumi ini.
Kami ucapkan alhamdulillah karena tugas makalah dari Dosen mata kuliah "Kebijakan dan Perencanaan Komunikasi" dapat terselesaikan. Adapun judul makalah ini adalah "Peranan dan dan bantuan media dalam pembangunan", meskipun kami sadari di dalamnya masih terdapat banyak kekurangan, dan kepada setiap yang membacanya apabila menemukan sesuatu yang ganjil, kami dengan hati yang lapang akan menerima kritikan yang sifatnya membangun demi tercapainya hasil yang maksimal.
Demikianlah pengantar ini, mudah-mudahan pembahasan selanjutnya yang terdapat dalam makalah ini dapat dipahami dan bisa mengambil manfaat di dalamnya. Terima kasih.
Wassalam,
Makassar, 24 Mei 2009


Penulis

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR……………………………………………………….. i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………. 1
A. LATAR BELAKANG……………………………………………… 1
B.RUMUSAN MASALAH…………………….....………………….......3
C. TUJUAN MASALAH……………………………………………....…3
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………...………..4
a. perencanaan komunikasi…........................................................5
B. peranan media dan pembangunan …………….................................7
a. Hal-hal yang Dapat di Lakukan Oleh Mass Media....……….....…...9
b. Mass Media Dapat Memusatkan Perhatian........................................9
BAB III PENUTUP………………………………………………………….. 11
A. KESIMPULAN……………………………………………………... 11
B. SARAN………………………………………………………...….....13
C.DAFTARPUSTAKA……………………………………………….. 14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi adalah suatu ketrampilan penting yang dibutuhkan dalam manajemen. Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan. Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan/ ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.
Dalam konteks komunikasi sosial (penyebaran ide-ide pembangunan/pemasaran pada masyarakat luas) memberi pemahaman bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, apalagi untuk mengubah sikap dan prilaku mereka (segment masyarakat) sesuai dengan kehendak/tujuan komunikator. Menyikap hal tersebut diperlukan Perencanaan Komunikasi.
Kegagalan maupun keberhasilan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan infrastruktur dari aspek sosial terletak pada penolakan dan penerimaan masyarakat sasaran terhadap ide pembangunan yang ditawarkan serta produk yang dihasilkan. Apabila masyarakat menolak ide dan produk pembangunan berarti program pembangunan tersebut gagal, sebaliknya jika mereka menerima maka program pembangunan itu dinilai berhasil. Penolakan dan penerimaan masyarakat terhadap ide yang ditawarkan dan produk pembangunan yang dihasilkan akan sangat mempengaruhi tingkat partisipasi mereka dalam proses implementasi program maupun pascaproduksinya. Tingkat partisipasi masyarakat tersebut merupakan indikator yang menunjukkan rasa kebutuhan dan rasa memiliki mereka terhadap produk pembangunan yang dihasilkan. Dengan demikian, penemuan, ide, dan program pembangunan sebaik apapun tidak akan mengubah sikap dan perilaku masyarakat sebagaimana diharapkan oleh pemerintah.

Setiap ide dan program pembangunan, secara teoretis, harus dipandang sebagai sebuah upaya pembaruan (inovasi), baik secara teknis maupun sosial. Oleh karena itu, langkah awal untuk mewujudkan penerimaan dan tingkat partisipasi masyarakat secara optimal yang perlu dilakukan adalah upaya-upaya yang mengarah pada perubahan pengetahuan, sikap mental, dan perilaku masyarakat ke arah yang dikehendaki oleh otoritas penyelenggaraan program pembangunan (pemerintah). Secara konsesional, langkah-langkah itu disebut difusi inovasi (penyebaran ide-ide baru), yang dalam bahasa politik dikenal dengan istilah sosialisasi.

Sosialisasi program atau difusi inovasi merupakan bentuk kegiatan komunikasi sosial atau komunikasi pembangunan. Keefektifan komunikasi pembangunan (dalam arti menghasilkan efek positif), jelas memerlukan perencanaan atau disain program yang benar, baik dalam tataran strategis, taktis, maupun teknis operasionalnya. Perencanaan komunikasi merupakan sebuah keharusan dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan itu sendiri. Perencaan komunikasi (communication planning) yang pertama kali harus dibuat adalah perencanaan yang bersifat strategis, yang nantinya akan menjadi dokumen dan panduan dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan komunikasi pembangunan (sosialisasi) dalam tataran taktis dan teknis operasional.
Penyusunan perecanaan komunikasi pembangunan (development communication) memerlukan kajian ilmiah tentang kondisi-kondisi ideal dan kondisi-kondisi objektif yang berkaitan dengan sumberdaya komunikasi yang relevan dengan kepentingan dan tujuan proses komunikasi (sosialisasi) yang akan dilakukan. Sumberdaya komunikasi yang perlu diidentifikasi di antaranya menyangkut unsur-unsur proses komunikasi, mulai dari khalayak sasaran komunikasi atau komunikan (receivers atau communicatee), pesan-pesan yang akan disampaikan (messages), saluaran komunikasi yang akan digunakan (channel atau media), sampai pada sumber atau penyampai pesannya (source atau communicators). Atas dasar kajian analitis terhadap unsur-unsur proses komunikasi tersebut, selanjutnya dapat ditentukan model komunikasi dan strategi komunikasi seperti apa yang perlu digunakan sebagai landasan atau panduan pelaksanaan proses komunikasi yang akan dilakukan.

B. RumusanMasalah
Adapun yang menjadi inti permasalahan dari persoalan komunikasi dalam pembangunan adalah:
 Bagaimana perencanaan Komunikasi ?
 Bagaimanakah Peranan Media dalam pembangunan nasional ?
 Seperti apa bantuan media dalam pembangunan nasional ?

C.. Tujuan Masalah

Adapun tujuan dari masalah dalam mengetahui peranan media dan pembangunan adalah:
1. Lebih mengetahui secara pasti perencanaan komunikasi dalam pembangunan.
2. Sejauh mana keterlibatan media massa mengkomunikasikan percepatan pembangunan.
3. Bagaimana posisi mass media dalam pembangunan nasional
4. Dan apa saja yang menjadi perhatian dalam komunikasi pembangunan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PERENCANAAN KOMUNIKASI
Dipahami ada empat (4) elemen utama Perencanaan, yaitu :
1. Tujuan (Objective). Kondisi masa depan yang akan dicapai.
2. Aksi (Action). Serangkaian kegiatan yang yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
3. Sumber Daya (Resouces). Hal-hal yang dibutuhkan dalam melaksakan aksi.
4. Pelaksanaan (Implementation). Tata cara dan arah pelaksanaan kegiatan.

Pada proses perencanaan tersebut, dampak ataupun akibat yang dihasilkan sangat bergantung pada ke-empat elemen perencanaan. Karna pemahaman komunikasi sebagai proses searah, dimana komunikasi adalah transmisi informasi dengan tujuan mempengaruhi khalayak (Mary B. Cassata dan Molefi K. Asante) Dalam proses perencanaan tersebut, peran komunikasi merupakan ketrampilan penting yang harus dimiliki oleh para manager. Karenanya dapat dikatakan pula bahwa perencanaan komunikasi meliputi fungsi-fungsi manajemen , yaitu :
1. Merencanakan (Planning).
2. Mengadakan (Organizing).
3. Mengutamakan (Leading).
4. Mengawasi (Controlling).
Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi adalah:
Komunikator : orang yang menyampaikan pesan
Pesan : ide atau informasi yang disampaikan
Media : sarana komunikasi
Komunikan : audience, pihak yang menerima pesan
Umpan Balik : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya
Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ide (encoding) yang merupakan hasil pengolahan ide (stimulus) berdasarkan kesan (perception) dan penerjemahan (interpretation) si penyampai ; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan itu sendiri; ada media (transmission through a channel) dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan (feedback).
a. Masalah Perencanaan Komunikasi
Dari beberapa hal diatas, ternyata berkomunikasi ataupun mengkomunikasikan sesuatu tidaklah mudah, beberapa hal yang harus dikaji seksama dalam perencanaan komunikasi :
1. Analisa khalayak, merupakan tahap awal yang sangat menentukan arah dan tujuan perencanaan. Tahap ini menganalisa segmen masyarakat sasaran yang kita hadapi dari segi sosiodemografis (pendidikan, usia, jenis kelamin, etnis, kepercayaan, bahasa, pekerjaan) dan juga dari segi psikografis (aspirasi, kesenangan, dan kebiasaan-kebiasaan) sehingga terjadi sebuah decoding terhadap gagasan . Pemahaman komprehensif mengenai tatanan masyarakat ini diperlukan untuk menentukan khalayak sasaran dan format kegiatan yang sesuai dengan keinginan komunikator dan kebutuhan khalayak sasaran
2. Perumusan tujuan. Tahap ini untuk menentukan apa yang ingin dicapai dengan program-program yang dilakukan.
3. Pemilihan Media. Langkah pemilihan media sebagai saluran pesan memerlukan kecermatan, dengan mempertimbangkan kelemahan dan keunggulan sifat masing-masing media. Setidaknya diperlukan media yang dapat di akses oleh masyarakat sasaran.
4. Rancangan Pesan. Diperlukan upaya terus-menerus dalam meningkatkan ketrampilan komunikator agar senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana masyarakat. Selain bobot materi yang harus diperhatikan, juga kesesuaian pola pikir masyarakat sasaran yang dihadapi, termasuk kesesuaian media yang digunakan. Peran kreatifitas komunikator menjadi hal utama.
5. Produksi dan distribusi media. Produksi media berkaitan dengan kemasan pesan. Karena itu unsur estetika sangat berperan untuk menarik perhatian masyarakat. Demikian juga dengan distribusi pesan, dimana pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci keberhasilan distribusi.
6. Evaluasi. Tahap ini melihat bagaimana program berjalan sesuai dengan tujuan, sejauh mana program yang dirancang telah tercapai, faktor-faktor pendukung dan penghambat selama program berjalan.
B. PERANAN MEDIA DAN PEMBANGUNAN

Media yang profesional merupakan komponen penting untuk kestabilan negara
demokrasi yang majemuk. Sebagai ‘kekuatan keempat’ (fourth estate), media adalah ‘pelindung demokrasi, pembela kepentingan umum… menyingkapkan penyelewengan wewenang pemerintah dan membela hak-hak demokratis warga negara’. Dalam hal ini, diasumsikan bahwa negara dengan demokrasi yang kuat dan mapan lebih tahan terhadap konflik. Masyarakat media yang profesional
dan bergairah dapat mencegah dan menyelesaikan pembangunan melalui fungsi yang tertanam di dalamnya, yaitu menyebarkan informasi, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, memajukan tata pemerintahan yang partisipatif dan transparan, dan mengangkat keluhan-keluhan masyarakat.

Walaupun pengaruh media semasa pembangunan dari dulu telah diakui, sebenarnya baru dalam beberapa tahun belakangan ini saja organisasi pembangunan internasional menggarapnya sebagai aspek yang dapat memberi dampak positif terhadap pembanunan nasional, baik melalui fungsinya sebagai penyalur informasi maupun melalui kemampuannya untuk mengangkat permasalahan dan peristiwa secara objektif.

Pada dasarnya, media diartikan sebagai beberapa medium atau saluran yang digunakan secara terorganisir untuk berkomunikasi dengan individu-individu dan kelompokkelompok. Bentuk media yang paling banyak dikenal adalah media cetak, audio, video dan teknologi informasi baru yang, berdasarkan struktur, fokus dan isi pemberitaan, dapat dibagi menjadi media ‘umum’ dan ‘alternatif’. Jika media ‘umum’ (atau mainstream) sudah dikenal secara umum, maka pengertian untuk media ‘alternatif’ masih simpang siur. Laporan ini tidak bermaksud untuk memberi definisi yang tuntas, tetapi di sini diasumsikan bahwa media ‘alternatif’ dapat digolongkan ke dalam salah satu kategori di bawah ini:
• Media terkait berbasis isu (issue-driven) dan secara aktif mendukung media lain
dan prakarsa masyarakat madani yang sepemikiran;
• Media terkait mempromosikan pendekatan-pendekatan alternatif terhadap
kegiatan kemasyarakatan dan bukannya mengejar kepentingan komersial dan
hierarki sosial ekonomi;
• Tajuk seringkali menekankan perspektifperspektif ‘baru’, memberikan penafsiran yang berbeda atas permasalahan atau peristiwa;
• Lazimnya membidik segmen pasar yang spesifik (niche);
• Keuntungan bukan pertimbangan utama;
• Organisasi media tersebut biasanya memiliki struktur dan sistem penggajian
yang horisontal. Meskipun informasi dan berita seringkali menjadi basis kegiatan media dan konflik suatu masalah pembangunan, program hiburan, mulai dari talk show sampai drama radio, juga merupakan medium yang penting. Semua bentuk media, asalkan memenuhi standar keakuratan dan keberimbangan, dapat menyampaikan pesan keragaman dan saling pengertian. Isu isi pemberitaan perlu dipertimbangkan juga dalam mengkaji saling pengaruh yang ditimbulkan antara media dan konflik. Isi pemberitaan berkaitan dengan substansi produk yang diterbitkan dan/atau disiarkan oleh media. Isi pemberitaan yang mengedepankan Percepatan pembangunan skala nasionaldan penyelesaian permasalahannya adalah isi pemberitaan yang setidak-tidaknya berlandaskan pada standar dan praktek profesi yang bersifat inti.

a. Hal-hal yang Dapat di Lakukan Oleh Mass Media

Orang-orang yang hdup dalam suatu masyarakat dimana media telah berperan sabagai baian dari kehidupan mereka, sering merupakan bahwa banyak pelajaran yang mereka peroleh lwat media. Tat kala surat kabar mulai dikenal, media ini berperan sebagai sumber beita utama bagi peristiwa-peristiwa dunia. Seluruh geherasi menusia membentuk pendapat mereka tentang masalah-masalah dunia sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari selain melalui surat kabar juga melalui media, film, televisi dan majalah-majalah.
Hal ini dapat terjadi mengingat media memiliki kemampuan untuk memberikan informasi-informasi secara efektif, sehingga kita dapat mengatakan secara pasti bahwa media akan mampu membuktikan peranannya melayani tugas-tugas pembangunan bagi Negara-negara yang sedang mengalami pembangunan, yang dalam hal ini dengan menggunakan komunikasi instrumental, dimana juga memiliki tujuan umum: menginformasikan, mengajar, mendorong, dan menggerakan tindakan.
b. Mass Media Dapat Memusatkan Perhatian

Dalam masyarakat modern, gambaran kita tentang lingkungan yang jauh kita peroleh lewat media, masyarakat profesional yang bergerak kearah modernisasai juga mulai menggantungkan pengetahuannya pada mass media. Akibatnya, pemikiran -poemikiran tentang apa yang penting, berbahaya, apa yang menarik dan sebagainya, umumnya berasal dari media.


Surat kabar, radio, dan majalah yang berperan sebagai pengawas diberbagai tempat, harus memutuskan apa yang tepat untuk disiarkan. Tindakan untuk menentukan siapa yang harus menulis, berperan dalam siaran televisi, peristiwa-peristia apa yang dilaporkan, banyak ditentukan oleh pengetahuan serta apa yang menjadi pokok pembicaraan. Misalnya, di daerah di manna media telah berperan secara wajar, suksesnya seoranbg politikus banyak ditentukan oleh keakraban yang ditumbuhkan dengan masyarakat lewat media.


Jelaskah dalam hal ini bahwa di Negara sedang berkembang media dapat mengarahkan perhatian masyaraskat pada masalah-masalah pembangunan.Melalui media, seorang pemuka masyarakat akan mampu menyebarluaskan gagasan-gagasan mereka tentang pembangunan pada setiap ,masyarakat sehingga masyarakat memperoleh kesempatan unutk memikirkan serta mendiskusikan gagasan-gagasan tersebut.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peranan dari media sendir memang sangat diperlukan dalam pembangunan disemua Negara-negara maju sekarang ini, dimana informasi-informasi dapat langsung diketahui, baik berupa, kebijakan pemerintah terkait pembangunan yang terencana dengan baik, yang dibangun dengan komunikasi yang ekspresif dan indtrumental. Yang kemudian terbangun sebuah perencanan yang baik melalui Perencanaan Komunikasi dalam melakukan sebuah pembangunan berskala nasional dengan tidak melupakan keterlibatan mass media. Bantuan mass media dalam komunikasi merupakan hal mendasar yang diperlukan dalam suatu kegiatan komunikasi sosial, utamanya untuk memperkenalkan atau memasarkan produk. Setelah memahami proses perencanaan dan elemen-elemen komunikasi dalam suatu organisasi, dapat ditemukan beberapa hal yang dapat merupakan masalah dalam perencanaan komunikasi.
Masalah yang harus diperhatikan dalam Perencanaan Komunikasi, antara lain :
1. Objective (Tujuan).
- Perumusan Tujuan.
2. Action
- Analisis khalayak.
3. Resources
- Rancangan Pesan.
- Kualitas Komunikator.
4. Implementation
- Pemilihan Media.
- Produksi dan Distribusi Media
5. Performance Outcome
- Evaluasi.


B. SARAN & MASUKAN (KRITIK)

Dengan kehadiran makalah ini diharapkan rekan-rekan mahasiswa dapat memberi kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini, dan diharapkan bisa memberikan sebuah pengetahuan baru buat kita semua, dalam memperkaya keilmuan kita khususnya dalam mata kuliah “Kebijakan dan Perencanaan Komunikasi” Karna sebagai realitas
yang tidak sempurna, dimana selaku penulis makalah ini mungkin masih banyak kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA

- Depari Eduard and MacAndrews Colin peranan Komunikasi Massa Dalam Pembagunan, 2006 Gajah mada universiti Press.
- www.google.com, Komunikasi Pembangunan
- .......................................Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar,...........
- www.scrib.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar